Terbang Melayang Dengan Paralayang

Hari ini aku bersiap-siap ke Puncak. Kata ayahku, aku dan adikku akan mencoba naik paralayang di Puncak.

Kalian tahu apa itu paralayang? Paralayang adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut). Kita akan ditemani oleh pilot. Jika ingin belajar sendiri boleh saja!

Begitu sampai di tempat tujuan, aku sangat deg-degan. Aku sebenarnya tidak ingin mencoba, tapi aku akhirnya berani karena ayah dan ibuku menyemangatiku. Pertama-tama, aku ditimbang. Berat badanku sudah sesuai, tapi berat adikku belum cukup standar yaitu minimal 30 Kg. Sehingga ia ditambah alat pemberat.

Kemudian badanku dipasang helm dan alat-alat parasut oleh instruktur. Aku sangat takut jatuh, tetapi pilotnya bilang tidak usah takut karena dibadanku sudah dipasang alat pengaman. Aku terbang tandem (berdua dengan pilot).

Kini tibalah saatnya untuk terbang. Pilot memantau arah angin dari bendera yang berkibar. Setelah itu aku disuruh berlari di atas landasan yang diujungnya ada jurang. Jantungku berdebar keras. Aku berlari dan tiba-tiba aku langsung melayang !

Kei in the sky

Kei in the sky

Aku sangat senang karena bisa menaiki paralayang, rasanya seperti terbang ! Aku terjun dari ketinggian 250 m dan berada di angkasa sekitar 15 menit. Pak pilot mengajakku berputar-putar di atas kebun teh. Aku merasa lega karena diatas sana tidak menyeramkan seperti yang aku bayangkan sebelumnya. Udara terasa dingin dan suara angin cukup kencang. Namun pemandangan dari atas sini sungguh indah. Aku bisa melihat kebun teh yang terlihat seperti permadani, bangunan yang terlihat sebesar lemari, mobil yang terlihat seperti mainan, dan orang yang terlihat seperti semut! Rupanya tas parasut yang aku bawa kemudian berubah menjadi tempat duduk. Aku pun duduk santai di udara. Oh indahnya alamku.

Setelah mendarat, aku menaiki angkot dan kembali ke tempat semula. Aku dan adikku ketagihan. Kami naik paralayang dua kali. Nah, yang kedua kalinya, aku di ajak oleh pilotnya untuk bermain ayunan di udara. Itu sangat asik namun ngilu. Setelah itu aku tidak naik lagi karena cuaca hujan. 

Di toko souvenir, aku membeli baju yang bertuliskan ‘papatong’ yang artinya capung. Baju itu dilengkapi dengan gambar capung dan tulisan paralayang.

Aku dan keluargaku makan jagung bakar sambil menikmati pemandangan kebun teh yang tertutup kabut. Rupanya sangat enak ya makan jagung bakar saat hujan. Wah pengalaman hari ini tak akan kulupakan.

Tips dari Keisha :

    Harga sekali terbang adalah Rp. 300.000/orang.

    Perlu membawa sepatu kets dan jaket karena takut kedinginan.

Tidak disarankan bagi yang takut pada ketinggian atau penyakit jantung.

    Oh ya, semua pilot disini bersertifikasi semua lho!

   Lokasinya terletak di Bukit Paralayang Puncak, dekat dengan kebun teh Gunung Mas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s