Bermain Olahraga Air di Pantai Benoa

Bermain Olahraga Air di Pantai Benoa

Beberapa minggu yang lalu, aku pergi ke Bali bersama keluargaku. Aku sempat pergi ke beberapa pantai antara lain Pantai Pandawa, Kuta, Nusa Dua dan Benoa. Aku juga pernah kesasar ke Pantai Ketewel.

Kei learn to fly

Kei learn to fly

Di Pantai Benoa, aku mencoba water sport lho!. Di sana banyak perusahaan water sport. Aku memilih Wibisana karena banyak jenis water sportnya. Yang pertama, aku memilih naik parasailing. Ini baru pertama kalinya aku naik parasailing. Jika masih anak-anak (seperti aku) akan ditemani oleh instruktur. Jika sudah dewasa, boleh terbang sendiri tetapi nanti akan ada instruksi dari bawah. Dibadanku dipasang pelampung dan tali parasut. Setelah siap, parasut kita terangkat dengan tarikan speed boat. Pertama kalinya naik, rasanya terasa ngilu dan deg-degan sekali. Aku memegang talinya dengan erat. Saat di atas, rasanya sudah tidak ngilu lagi. Aku bisa melihat keindahan laut Tanjung Benoa selama 5 menit dari ketinggian sekitar 30 – 40 meter di atas laut.

Kei learn to dive

Kei learn to dive

Setelah Parasailing, aku dan keluargaku mencoba diving. Kami naik kapal untuk di bawa ke laut dalam. Di sepanjang perjalanan instruktur mengenalkan fungsi alat-alat diving kepada kami. Setelah kapal kami tiba di lokasi diving, instuktur meyuruh kami untuk bernafas dengan menggunakan mulut. Karena saat diving, pernafasan melalui hidung tidak digunakan. Sebelum terjun, kami memakai diving suit, fins atau kaki katak, regulator, pelampung dan tabung gas di punggung. Sesaat setelah terjun ke laut, dibadanku dipasang pemberat dan kacamata google. Aku mulai belajar cara menggunakan regulator sebelum menyelam.

Perjalanan menyelam pun dimulai. Aku melihat ikan-ikan berenang dengan indahnya. Kami menyelam sekitar 2 meter dari permukaan laut. Aku dikelilingi oleh ikan berwarna-warni. Aku juga menyentuh karang dan rumput laut yang terlihat seperti sedang menari.

Tiba-tiba aku merasa panik dan menelan air laut yang sangat asin. Instruktur menekan salah satu tombol di pelampungku dan tiba-tiba mengembang mengangkatku ke permukaan air. Aku dibawa ke kapal dan menunggu sampai semua keluargaku selesai diving. Saat di kapal, aku bertanya pada bapak yang mengemudi kapal itu. Aku bertanya, “Berapa lamakah diving disini ?”. Bapak itu menjawab, “Sekitar 25 menit, dik.” Belum berapa lama, semua keluargaku sudah selesai diving. Aku senang sekali sudah punya pengalaman diving walaupun hanya sebentar.

Flying Fish di Benoa

Flying Fish di Benoa

Terakhir, aku berdua adikku naik Flying Fish. Sudah dari dulu aku ingin sekali mencoba permainan air ini. Pertama, kami naik kapal ke sebuah lokasi. Kemudian kami pindah ke sebuah perahu karet yang bernama Flying Fish. Kami disuruh merebahkan badan di dasar perahu tersebut dan berpegangan erat pada pengamannya. Lalu kami ditarik dengan speed boat yang melaju sangat kencang. Awalnya kami terhempas-hempas di atas air dan terkena banyak cipratan air. Namun tiba-tiba flying fish-ku terbang! Aku berpegangan erat dan berteriak kencang, rasanya sangat ngilu. Kami terbang 2 kali selama 15 menit dan merasakan serunya mengambang 2 meter di atas air. Walau badanku basah kuyup, main flying fish sangat mengasyikkan.

Tips dari Keisha:

  • Pastikan membawa handuk, baju ganti, dan baju renang.
  • Memakai baju yang kasual dan sandal santai.
  • Memakai sunblock khusus anak.
  • Datang saat pagi atau sore, karena saat siang air laut surut sehingga tidak memungkinkan untuk bermain watersport.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s