Tubing Batu Mentas, Kegiatan Seru di Daerah Terpencil

Tubing adalah single rafting yang menggunakan ban truk. Jadi, kita seperti berenang di sungai namun menggunakan ban truk sebagai pelampungnya, dan Batu Mentas adalah salah satu sungai untuk Tubing yang ada di Bangka Belitung.

Untuk mencapai tempatnya, kami pergi dari Belitung ke Bangka. Tempatnya tersembunyi, jadi perhatikan tanda jalan dengan saksama karena dari luar hanya terlihat sebuah jalan kecil yang tidak ada petunjuk jalannya.

Setelah sampai ke tempat tubing, kami melihat sebuah loket dan membayar. Untuk setiap orang, kalian perlu membayar Rp. 75.000. Kalian akan mendapatkan perlengkapannya, seperti ban, helm, dan pelampung yang akan dikembalikan setelah selesai tubing. Walaupun aku dan adikku bisa berenang, tetapi tetap di recommend untuk memakai pelampung Karen mungkin ada hal – hal kecil yag tidak terduga selama perjalanan.

Sebelum tubing, kami melewati sebuah tempat pelestarian Tarsius, hewan kecil yang berjenis nokturnal dan kebanyakan hidup di hutan. Hewan ini sudah langka keberadaanya di Indonesia. Tarsius adalah salah satu hewan terkecil di dunia dan merupakan insektivora (memakan serangga dan hewan-hewan kecil lainnya). Untuk ukuran keseluruhan, Tarsius mungkin hanya sebesar jari telunjuk kalian.

Setelah itu, kami mulai mendaki. Kenapa? Karena kami akan mulai tubing dari atas dan turun sampai setengah sungai, atau titik yang telah ditentukan, yaitu kembali ke tempat pelestarian Tarsius. Selama mendaki, pemandu kami mejelaskan cara untuk mengendalikan ban nya dan cara – cara untuk tidak terbalik.

Setelah 20 – 30 menit, kami sampai di atas. Pemandu kami menyiapkan ban nya dan membimbing kami untuk turun melewati sungai yang arusnya tenang, namun agak deras. Selama beberapa menit, perjalanan berjalan dengan lancar, apalagi dengan hawa sejuk dan air sungai yang jernih yang menenangkan hati.

Namun, ada suatu hambatan, yaitu turunan terjal yang penghambatnya hanya batu. Pertama yang turun adalah adikku, jadi aku dipinggirkan dulu ke bagian pinggir sungai. Di situ, ada sekumpulan jentik – jentik nyamuk yang membuatku berteriak. Tapi, setelah didekati, jentik – jentik itu pergi ke tempat lain. Setelah adikku menuruni turunan tersebut, sekarang giliranku. Aku, yang masih memakai kacamata, dibantu oleh pemandu untuk turun. Saat turun, kacamataku jatuh terbawa arus. Untung saja itu tidak terlalu jauh, jadi tidak hilang. Setelah tantangan – tantangan seru, akhirnya kami sampai di tempat yang telah ditentukan. Itu adalah sebuah pengalaman seru yang tidak ada duanya.

Tips dari Keisha:

  • Pakailah celana pendek, dan yang paling penting, pakailah sendal karena kalau pakai sepatu sayang sepatunya (Sendalku dibawa oleh pemandu selama menuruni sungai)
  • Lihat penanda jalan dengan cermat
  • Kalau mau menginap, disini ada penginapan yang bertema nature, seperti Safari Tent (Rp.950.000 per night) dan Tree House (Rp.600.000 per night) untuk selengkapnya, cek disini
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s